HUBUNGI KAMI
01 – Tantangannya
Di daerah pedesaan Somaliland, akses ke air tanah yang bersih bukanlah hal yang mudah didapat. Bagi masyarakat yang memiliki infrastruktur terbatas dan tidak memiliki pasokan air yang dapat diandalkan, menentukan lokasi sumur yang layak merupakan hal yang mendesak sekaligus mahal.
Masyarakat penggembala di Af-Galmadow saat ini mengangkut air dengan berjalan kaki, menempuh perjalanan berjam-jam, dua kali seminggu. Setiap kegagalan pengeboran sumur bor menjadi beban finansial dan logistik yang signifikan bagi mitra lokal—pengeboran uji coba tradisional mahal, lambat, dan tidak dapat diandalkan. Pendekatan non-invasif untuk karakterisasi lapisan bawah permukaan bukanlah sekadar kemudahan—melainkan suatu keharusan.
02 – Latar belakangnya
Sebuah survei air tanah yang dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi sumur yang layak bagi komunitas penggembala di Af-Galmadow, yang terletak 40 km di sebelah timur Erigavo di wilayah pedalaman Somaliland yang gersang.
MITRA
Produk Susu Tanpa Batas
NEGARA
Somaliland, Tanduk Afrika
TERRAIN
Sedimen, Batu kapur
HARI LAPANGAN
3
TEKNOLOGI
sTEM10
TAHUN
2024
Proyek ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dairy without Borders dan Ramboll Foundation, bersama mitra LSM Iftin dan Bayden, serta ahli geofisika setempat Ahmad Khalif. Data geofisika dikumpulkan oleh Peter Thomsen (NIRAS) dan Max Halkjær (Geophysical Imaging Partners).
03 – Solusinya
Survei Elektromagnetik Transien Berbasis Darat
Tim tersebut menggunakan sTEM10 — sebuah pemindai elektromagnetik transien berbasis darat yang ringkas dan portabel — di seluruh wilayah survei di luar Erigavo. Alat tersebut memancarkan pulsa elektromagnetik yang terkendali ke dalam tanah dan mengukur medan sekunder yang meredup untuk memetakan variasi resistivitas bawah permukaan, sehingga menghasilkan citra beresolusi tinggi tanpa perlu melakukan penggalian invasif.
Metodologi
01
Perencanaan Survei
Pengukuran TEM direncanakan secara padat di sepanjang beberapa profil yang melintasi zona-zona hidrogeologis prioritas guna memperoleh resolusi yang baik terhadap struktur-struktur yang berpotensi mengandung air.
02
Akuisisi sTEM
Sebanyak 47 pengukuran geofisika berkualitas tinggi berhasil dikumpulkan selama tiga hari pengamatan lapangan, yang merekam data resistivitas bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 200 meter.
03
Pemodelan Inversi
Data resistivitas diolah menggunakan model resistivitas 1D dalam perangkat lunak SPIA dari Seequent, kemudian diimpor ke Workbench dan ditampilkan sebagai lapisan GIS dan penampang model.
04
Interpretasi Hidrogeologi
Anomali resistivitas dikorelasikan dengan litologi lokal yang telah diketahui—lapisan sedimen, batu kapur, dan zona akuifer batu kapur berretakan—untuk mengidentifikasi dan mengurutkan target sumur bor berdasarkan tingkat keyakinan.
04 – Hasilnya
Penampang resistivitas kontinu mengungkap struktur bawah permukaan berlapis di seluruh wilayah survei – yang berhasil mengidentifikasi zona-zona jenuh terpisah bahkan sebelum satu unit rig pengeboran pun dikerahkan. Data tersebut secara jelas mengidentifikasi akuifer di dalam batugamping yang retak, dengan resistivitas yang diperkirakan berkisar antara 10–30 Ωm dan tebal yang diinterpretasikan sebesar 20–50 meter. Dibandingkan dengan metode resistivitas tradisional seperti VES, sTEM10 secara signifikan meningkatkan resolusi – sehingga secara langsung mengurangi risiko pengeboran sumur kering.
10–30 Ωm
Kisaran resistivitas akuifer
47
Data pengukuran kedalaman berkualitas tinggi telah dikumpulkan
20–50 m
Ketebalan akuifer yang dihitung
Wilayah
01
Curah hujan
Erigavo menerima curah hujan hingga sekitar 400 mm per tahun – sementara di beberapa wilayah di pesisir utara Somaliland, curah hujannya hanya mencapai 50 mm. Air tanah di sini bukanlah sumber cadangan, melainkan sumber utama.
02
Jenis Akuifer
Akuifer lokal terletak di formasi batu kapur Auradu, di mana air mengalir melalui retakan, bukan melalui ruang pori—sehingga pemetaan zona retakan menjadi sangat penting sebelum dilakukan pengeboran.
03
Akses Air
Di luar daerah aliran sungai utama, sebagian besar masyarakat di Somalia sepenuhnya bergantung pada sumur bor, sumur dangkal, dan mata air untuk memenuhi kebutuhan air minum dan ternak.
04
Batu Itu Sendiri
Inilah Formasi Auradu – batu kapur laut dangkal yang terbentuk sekitar 60 juta tahun yang lalu, yang kini menjadi salah satu akuifer karst paling produktif di Somaliland.
05 Dampaknya
Pasokan air yang berkelanjutan – serta landasan bagi usaha susu lokal – dapat diwujudkan bagi masyarakat Af-Galmadow.
Masyarakat Af-Galmadow selama ini bergantung pada air yang diangkut dengan berjalan kaki, menempuh perjalanan berjam-jam, dua kali seminggu. Survei sTEM berhasil mengidentifikasi lokasi optimal untuk lapangan sumur — yang menyediakan pasokan air yang andal dan menjadi landasan bagi berdirinya usaha susu lokal. Tiga hari survei. Masa depan satu komunitas pun berubah.
Sedang mengerjakan proyek serupa? Mari kita diskusikan.
TEMcompany bekerja sama dengan LSM, pemerintah, dan pengembang infrastruktur untuk mengidentifikasi sumber daya air tanah secara efisien dan andal – di mana pun di seluruh dunia.