STUDI KASUS
Studi Kasus - Pengklasifikasian Sungai dan Estuari di Amerika Serikat
Hidrogeologi di bawah fitur air permukaan yang besar
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Kelompok Hidrogeofisika, Universitas Aarhus, menjelaskan manfaat penggunaan floaTEM di sungai. USGS telah menggunakan floaTEM di beberapa lokasi, seperti Sungai Tallahatchie, Sungai Eel, Sungai Delaware, dan Bendungan Rainbow. Data dikumpulkan untuk memperoleh informasi beresolusi tinggi tentang struktur geologi bawah permukaan yang dapat digunakan untuk menentukan batas air tawar/air asin, mengidentifikasi bahan akuifer untuk penelitian sumber daya air, dan mendukung model hidrogeologi.
Latar Belakang Proyek
USGS dan Kelompok Hidrogeofisika, Universitas Aarhus, meneliti kemungkinan penggunaan FloaTEM untuk mengkarakterisasi hidrogeologi di bawah sungai dan estuari.
Hydrogeologi di bawah fitur air permukaan besar seperti sungai, danau, dan estuari secara umum kurang terinformasi pada skala jangkauan hingga basin (puluhan kilometer atau lebih). Tantangan ini menghambat pemodelan hidrologi yang akurat, misalnya untuk antarmuka air tanah tawar/asin dan pola pertukaran air tanah/air permukaan, pada skala spasial yang memadai.
Di sini, kami memperkenalkan sistem elektromagnetik transien yang ditarik dan mengapung (FloaTEM) untuk pemetaan listrik cepat dan beresolusi tinggi pada lapisan bawah permukaan di bawah badan air besar hingga kedalaman yang lebih besar daripada instrumen ditarik lainnya.
Hasil
Sistem FloaTEM yang inovatif pertama kali diperkenalkan di berbagai lokasi di Amerika Serikat, termasuk: 1) Sungai Farmington, dekat Hartford, Connecticut; 2) Sungai Delaware bagian atas, dekat Barryville, New York; 3) Sungai Tallahatchie, dekat Shellmound, Mississippi; dan 4) muara Sungai Eel, di Cape Cod, dekat Falmouth, Massachusetts.
Data elektromagnetik frekuensi-domain udara dan data TEM yang ditarik darat juga dibandingkan di situs Sungai Tallahatchie, dan berbagai struktur geologi serta antarmuka salinitas air pori diidentifikasi. Interpretasi berbasis proses terhadap data studi kasus menunjukkan bahwa FloaTEM dapat mengidentifikasi material antarmuka sedimen-air yang bervariasi, seperti akumulasi partikel halus di dasar reservoir dan sedimen pasir/kerikil yang permeabel di dasar sungai yang memfokuskan aliran air tanah.
Lapisan batuan dasar telah dipetakan di beberapa lokasi, dan unit penghalang akuifer telah didefinisikan dengan resolusi yang sebanding dengan metode udara. Aliran air tanah tawar daratan dengan jalur aliran yang membentang ratusan meter dari pantai juga dipetakan di bawah muara Sungai Eel, meningkatkan karakterisasi hidrogeologi sebelumnya dari zona pertukaran pesisir yang kaya nutrisi tersebut. Secara ringkas, sistem FloaTEM yang inovatif ini mengisi celah kritis dalam kemampuan kita untuk mengkarakterisasi hidrogeologi di bawah fitur air permukaan dan akan mendukung prediksi yang lebih akurat tentang dinamika pertukaran air tanah/air permukaan serta antarmuka air tanah tawar-asin.
Jelajahi. Temukan. Temukan.
Keluarga tTEM menyediakan data yang akurat dan andal, mudah beradaptasi dengan berbagai persyaratan survei dan kondisi lapangan, serta memungkinkan survei mencakup area mulai dari puluhan hingga ribuan hektar.