Managed Aquifer Recharge (MAR) adalah proses terencana untuk mengisi kembali pasokan air tanah dengan menyimpan air di dalam akuifer. Hal ini melibatkan pengaliran air permukaan, air hujan, atau air limbah yang telah diolah ke dalam tanah melalui metode-metode seperti:
- Bak infiltrasi: Menyebarkan air di atas permukaan yang permeabel untuk memungkinkan infiltrasi alami.
- Sumur injeksi: Menyuntikkan air secara langsung ke dalam akuifer.
- Proses pengisian alami: Memanfaatkan jalur hidrologi yang sudah ada.
Alat geofisika canggih, seperti tTEM dan sTEM, memainkan peran penting dalam MAR dengan:
- Menentukan zona pengisian optimal: Menyediakan data bawah permukaan beresolusi tinggi untuk mengidentifikasi area dengan permeabilitas dan kapasitas yang sesuai.
- Pemantauan efektivitas pengisian ulang: Memantau pergerakan air dan laju infiltrasi untuk memastikan pengisian ulang yang efisien.
MAR menawarkan pendekatan yang serbaguna dan proaktif dalam pengelolaan air tanah dengan:
- Menggabungkan solusi teknik dengan proses alamiah.
- Menggunakan sumber daya air yang tersedia secara efisien.
- Mendukung stabilitas jangka panjang pasokan air bagi masyarakat, industri, dan ekosistem.