Lewati ke konten utama
TEMcompany pada Kongres Air Dunia ke-19

Dari tanggal 1 hingga 5 Desember 2025, kami berpartisipasi bersama lebih dari 1.500 peserta dari lebih dari 80 negara dalam Kongres Air Dunia ke-19 di Marrakech, di mana teknologi pemetaan geofisika Denmark kami menarik perhatian tingkat menteri dan ditampilkan secara menonjol di televisi nasional Maroko.

Kongres yang diselenggarakan di bawah naungan Yang Mulia Raja Mohammed VI ini mengumpulkan para ahli, peneliti, pembuat kebijakan, dan perwakilan sektor swasta untuk membahas tantangan dalam bidang air, ekosistem alam, energi, dan pertanian di tengah perubahan iklim. Kami diwakili oleh Lis Gammelgaard, Spesialis Penjualan Teknis, dan Jonathan Satchell, Kepala Desain & Komunikasi, yang memaparkan bagaimana teknologi elektromagnetik sementara kami mendukung inisiatif pengelolaan sumber daya air berkelanjutan di seluruh dunia.

Kemitraan lokal menjadi sorotan utama

Selama seminggu, kami mengadakan banyak diskusi tentang aplikasi pemetaan air tanah di seluruh Afrika Utara. Tim kami didampingi oleh mitra-mitra berharga dari Maroko: Najib El Goumi dari Geosciences Explor, yang memiliki pengalaman lapangan langsung dalam menggunakan sistem sTEM10 kami di seluruh wilayah, dan Khalid Elmohammadi dari Isomesure, yang mewakili kami di Maroko.

“Sangat berharga bagi kami memiliki Najib dan Khalid bersama kami sepanjang minggu ini,” kata Jonathan. “Pengalaman lapangan mereka di dunia nyata dan pemahaman mendalam tentang tantangan khusus di wilayah ini menambah kedalaman dalam percakapan kami dengan peserta kongres.”

Kunjungan menteri menyoroti dampak teknologi.

Pada hari ketiga, kami menerima kunjungan dari dua menteri berpengaruh yang bekerja di garis depan keamanan air di negara masing-masing. Nizar Baraka, Menteri Peralatan dan Air Maroko, dan Patrick Gervais Assirvaden, Menteri Energi dan Utilitas Publik Mauritius, keduanya menghabiskan waktu untuk menjelajahi rangkaian alat TEM kami dan mendiskusikan bagaimana teknologi pemetaan air tanah geofisika dapat mendukung prioritas keamanan air negara mereka. Kedua menteri menunjukkan minat khusus pada bagaimana teknologi tersebut dapat mendukung strategi pengelolaan air berkelanjutan saat negara mereka menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan meningkatnya permintaan air.

TEMcompany pada Kongres Air Dunia ke-19
TEMcompany pada Kongres Air Dunia ke-19

Ditayangkan di televisi nasional Maroko

Partisipasi kami mendapatkan sorotan yang signifikan ketika Medi1TV, saluran berita nasional terkemuka Maroko, menampilkan perusahaan tersebut dalam segmen Berita Malam utamanya. Siaran tersebut, yang menjangkau pemirsa di seluruh Maroko, wilayah Maghreb yang lebih luas, serta penonton di seluruh Afrika Utara, Eropa, dan Timur Tengah melalui satelit, menampilkan bagaimana teknologi pemetaan air tanah Denmark mengatasi tantangan keamanan air yang kritis.

Lis memperlihatkan alat-alat kami kepada para jurnalis di depan kamera, menjelaskan bagaimana teknologi tersebut bekerja dan aplikasinya dalam eksplorasi air tanah. Ia didampingi oleh Najib, yang berbagi pengalamannya menggunakan sistem sTEM10 dalam survei lapangan di seluruh Maroko, serta Khalid, yang memberikan gambaran tentang permintaan yang semakin meningkat akan teknologi pemetaan air tanah yang andal di wilayah tersebut.

“Kami sangat antusias bahwa teknologi Denmark kami benar-benar memberikan dampak positif bagi komunitas di seluruh dunia,” kata Lis. “Liputan media membantu menyebarkan cerita tersebut kepada khalayak yang jauh lebih luas.”

Berkontribusi terhadap tujuan global dalam pengelolaan air

Partisipasi kami dalam kongres ini sejalan dengan komitmen TEMcompany untuk mendorong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6 (air bersih dan sanitasi untuk semua) serta memperkuat kemitraan yang esensial untuk masa depan yang aman air.

Kongres ini memberikan kesempatan berharga untuk berkolaborasi dengan organisasi yang bekerja pada proyek-proyek air kritis di seluruh dunia, berbagi wawasan tentang bagaimana teknologi TEM mendukung inisiatif keamanan air, serta belajar dari tantangan yang beragam dan solusi inovatif yang diterapkan di berbagai wilayah.

Minggu ini ditutup dengan pengesahan Deklarasi Marrakech, sebuah seruan kolektif bersejarah yang mendesak agar air diangkat sebagai prioritas utama di platform internasional utama, termasuk COP31, Konferensi Air PBB 2026, dan Forum Air Dunia ke-11 pada tahun 2027.

Kongres tersebut dihadiri oleh 30 delegasi menteri dari berbagai negara di dunia, perwakilan dari PBB, dan staf dari berbagai lembaga internasional, serta lebih dari 140 presentasi teknis dan pameran yang menampilkan inovasi terbaru dalam teknologi air.